abu nawas Mengecoh
Raja
Sejak
peristiwa penghancuran barang-barang di istana
oleh Abu Nawas yang dilegalisir oleh
Baginda, sejak
saat itu pula Baginda ingin
menangkap Abu Nawas untuk dijebloskan
ke penjara.
Sudah menjadi
hukum bagi siapa
saja yang tidak
sanggup melaksanakan titah
Baginda, maka tak disangsikan lagi ia akan mendapat hukuman. Baginda
tahu
18
Abu
Nawas amat takut kepada beruang. Suatu hari Baginda memerintahkan
prajuritnya menjemput Abu Nawas
agar bergabung dengan rombongan
Baginda Raja Harun Al Rasyid berburu
beruang. Abu Nawas merasa takut dan
gemetar tetapi ia tidak berani menolak perintah Baginda.
Dalam
perjalanan
menuju
ke
hutan,
tiba-tiba cuaca yang
cerah berubah menjadi mendung. Baginda
memanggil Abu Nawas. Dengan penuh rasa hormat Abu Nawas mendekati Baginda.
"Tahukah mengapa engkau
aku panggil?"
tanya Baginda tanpa
sedikit pun senyum di wajahnya.
"Ampun
Tuanku, hamba belum tahu."
kata Abu Nawas.
"Kau pasti tahu bahwa sebentar lagi akan turun
hujan. Hutan masih jauh dari
sini. Kau kuberi kuda yang lamban. Sedangkan aku dan pengawal-pengawalku akan menunggang kuda yang cepat. Nanti pada
waktu santap siang kita berkumpul di tempat peristirahatanku. Bila hujan turun
kita harus menghindarinya dengan cara
kita masing-masing agar pakaian kita
tetap kering. Sekarang kita
berpencar." Baginda menjelaskan.
Kemudian Baginda
dan
rombongan
mulai bergerak.
Abu Nawas kini
tahu Baginda akan menjebaknya. la harus mancari akal.
Dan ketika Abu Nawas
sedang berpikir, tiba-tiba hujan turun.
Begitu hujan turun Baginda
dan rombongan segera memacu kuda untuk
mencapai tempat perlindungan yang
terdekat.
Tetapi karena derasnya hujan, Baginda dan para pengawalnya basah kuyup. Ketika
santap siang tiba Baginda segera menuju tempat peristirahatan. Belum
sempat baju Baginda dan para pengawalnya kering, Abu Nawas datang
dengan menunggang kuda yang lamban. Baginda dan para pengawal
terperangah karena baju Abu Nawas
tidak basah. Padahal dengan kuda yang paling
cepat pun tidak bisa mencapai tempat
berlindung yang paling dekat.
19
Pada
hari kedua Abu Nawas diberi kuda yang
cepat yang kemarin ditunggangi
Baginda Raja. Kini Baginda dan
para pengawal-pengawalnya mengendarai kuda- kuda yang lamban.
Setelah Abu Nawas dan rombongan kerajaan
berpencar, hujan pun turun seperti kemarin. Malah hujan hari ini lebih deras daripada kemarin. Baginda dan pengawalnya
langsung basah kuyup karena kuda yang ditunggangi tidak bisa berlari dengan kencang.
Ketika
saat bersantap siang tiba, Abu Nawas tiba
di tempat peristirahatan lebih dahulu
dari Baginda dan pengawalnya. Abu Nawas menunggu Baginda Raja. Selang beberapa saat Baginda dan
para pengawalnya tiba dengan pakaian
yang basah kuyup. Melihat Abu Nawas dengan pakaian
yang tetap kering Baginda jadi penasaran. Beliau tidak sanggup lagi menahan
keingintahuan yang selama ini disembunyikan.
"Terus terang begaimana caranya menghindari hujan, wahai Abu Nawas." tanya
Baginda.
"Mudah
Tuanku yang mulia." kata Abu Nawas
sambil tersenyum.
"Sedangkan aku dengan kuda yang cepat
tidak sanggup mencapai tempat
berteduh terdekat, apalagi dengan kuda yang lamban ini." kata Baginda.
"Hamba
sebenarnya tidak melarikan diri dari hujan.Tetapi
begitu hujan turun hamba secepat
mungkin melepas pakaian hamba dan
segera melipatnya, lalu mendudukinya. Ini hamba lakukan sampai hujan berhenti." Diam-diam Baginda
Raja mengakui kecerdikan Abu Nawas.
Comments
Post a Comment